Anda Pasti Terharu! Demi Ibunya, Anak Ini Melakukan Hal Yang Luar Biasa


Dia pemuda yang berasal dari Yaman. Tubuhnya belang-belang sebab terjangkit penyakit sopak. Ayahnya telah lama meninggal dunia. Jadilah ia yatim yang hanya tinggal bersama ibunya yang tua renta, lumpuh, dan buta. Namanya, Uwais Al-Qarni.


Uwais sosok pemuda yang taat beribadah dan sangat mencintai Ibunya. Ia rela, rela melakukan apapun yang menjadi pinta ibunya.
Suatu hari sang ibu berkata kepada Uwais, “anakku, mungkin ibu tak lama lagi akan bersamamu, ikhtiarkanlah agar ibu dapat menunaikan haji.”
Uwais yang hanya seorang pemuda miskin, menjadi kalut pikirannya begitu mendengar keinginan sang ibu untuk menunaikan haji. Sebab untuk dapat pergi haji membutuhkan perbekalan dan kendaraan, sedangkan unta saja mereka tidak punya. Namun Uwais tidak ingin mengecewakan ibunya.
Maka Uwaisi pun mencari cara untuk mengabulkan permintaan ibunya.
Lalu muncullah ide yang aneh. Uwais membuat sebuah kandang di puncak bukit untuk seekor anak lembu miliknya. Untuk memberi makan dan mengembalikan lembu ke kandang, Uwais harus menggendong lembu itu naik-turun bukit. Hal itu dilakukannya setiap hari selama delapan bulan.
Saat musim haji tiba, lembu Uwais Al Qarni telah berbobot 100 kg, dan tubuh Uwais Al Qarni sendiri menjadi lebih berotot dan lebih kuat akibat latihannya menggendong lembu naik-turun bukit setiap harinya selama delapan bulan. Lalu apa tujuan Uwais Al Qarni berbuat demikian?
Ternyata latihan itu bertujuan untuk melatih tubuhnya untuk mampu menggendong ibunya selama melakukan perjalanan jauh.
Kemudian berangkatlah Uwais Al Qarni dan ibunya untuk menunaikan ibadah haji.
Uwais Al Qarni menggendong ibunya yang tua renta itu sambil berjalan kaki selama perjalanan dari Yaman menuju Mekkah, melewati padang pasir yang tandus dan panas. Demi untuk menyenangkan hati ibunya! Masya Allah…
Uwais berjalan tegap menggendong ibunya thawaf di ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran airmata telah melihat baitullah. Di hadapan ka’bah, Uwais berdoa, “Ya Allah, ampunilah semua dosa ibu.” Sang ibu heran dan bertanya, “bagaimana dengan dosamu?”. Uwais pun menjawab, “dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho ibu yang akan membawa aku ke surga.”
Bakti Uwais Al Qarni kepada ibunya dan ketaatannya dalam beribadah kepada Allah membuat sosok Uwais Al Qarni begitu istimewa. Do'a-do'anya langsung dimakbulkan oleh Allah. Bahkan ia menjadi sosok yang dikisahkan Rasulullah kepada para Sahabatnya, sekalipun Rasulullah saw tak pernah menjumpainya.
Semoga sekelumit kisah ini dapat menginspirasi kita untuk semakin menyayangi orang tua dan tidak menyia-nyiakan mereka khususnya dimasa tua mereka. Berbakti pada Orangtua (apalagi ibu) adalah kewajiban setiap anak.  Jika kita belum mampu membahagiakan mereka, setidaknya jangan menyakiti hatinya. Sungguh, tiada penghalang antara doa ibu dan Allah swt.

Post a Comment

0 Comments