Warga Ponorogo mengecam aksi pembakaran dadak merak
(alat peraga kesenian Reyog Ponorogo) di Konsulat Jenderal RI di Davao,
Philipina. Selain mengecam, warga Ponorogo juga meminta kepada presiden
Joko Widodo untuk segera ambil langkah mengirimkan nota protes ke
Philipina.
Sikap kekesalah warga Ponorogo ini salah satunya disuarakan Sugiri Sancoko, salah satu Calon Bupati Ponorogo.
“Kami atas nama masyarakat Ponorogo dan bangsa Indonesia sungguh-sungguh mengecam dan mengutuk perbuatan biadab manusia yang telah membakar alat peraga Kesenian Reog Ponorogo,” kata Sugiri, Senin (2/11/2015)
Cabup nomor urut 1 ini menegaskan, apapun alsannya, pembakaran reog itu telah melukai hati rakyat Indonesia.
“Dengan alasan apapun, terlebih hingga termuat di berbagai media
dunia, bagi kami putra kelahiran asli Ponorogo, reyog merupakan warisan
budaya leluhur yang tiada ternilai harganya,” katanya.
Reyog merupakan media penyatu jiwa sekaligus identitas kebanggaan sebagai Warok Ponorogo.
“Kami berharap dengan sangat Presiden Jokowi untuk mengirimkan nota protes, meminta Pemerintah Philipina untuk menjelaskan dan atau Pemerintah Republik Indonesia menarik seluruh Staf KJRI yang ditugaskan di negara tersebut,” lajut Giri.
Luapan aksi protes ini menyusul kejadian di Konsulat Jenderal RI di Davao Philipina Selasa, 20 Oktober 2015 kemarin oleh sejumlah oknum di KJRI justru membakar Reog Ponorogo, beserta hiasan gamelan.
Alasan pembakaran Barong Reog Ponorogo dan hiasan naga pada gamelan, dikarenakan ada setan dan merupakan berhala. Acting KJRI Davao dikabarkan memanggil satpam yang bernama Santander untuk menyirami gas di atas reog dan 2 ular naga gamelan. artbarkan memanggil satpam yang bernama Santander untuk menyirami gas di atas reog dan 2 ular naga gamelan. art
Sikap kekesalah warga Ponorogo ini salah satunya disuarakan Sugiri Sancoko, salah satu Calon Bupati Ponorogo.
“Kami atas nama masyarakat Ponorogo dan bangsa Indonesia sungguh-sungguh mengecam dan mengutuk perbuatan biadab manusia yang telah membakar alat peraga Kesenian Reog Ponorogo,” kata Sugiri, Senin (2/11/2015)
Cabup nomor urut 1 ini menegaskan, apapun alsannya, pembakaran reog itu telah melukai hati rakyat Indonesia.
Sugiri Kecam Pembakaran Reog
Reyog merupakan media penyatu jiwa sekaligus identitas kebanggaan sebagai Warok Ponorogo.
“Kami berharap dengan sangat Presiden Jokowi untuk mengirimkan nota protes, meminta Pemerintah Philipina untuk menjelaskan dan atau Pemerintah Republik Indonesia menarik seluruh Staf KJRI yang ditugaskan di negara tersebut,” lajut Giri.
Luapan aksi protes ini menyusul kejadian di Konsulat Jenderal RI di Davao Philipina Selasa, 20 Oktober 2015 kemarin oleh sejumlah oknum di KJRI justru membakar Reog Ponorogo, beserta hiasan gamelan.
Alasan pembakaran Barong Reog Ponorogo dan hiasan naga pada gamelan, dikarenakan ada setan dan merupakan berhala. Acting KJRI Davao dikabarkan memanggil satpam yang bernama Santander untuk menyirami gas di atas reog dan 2 ular naga gamelan. artbarkan memanggil satpam yang bernama Santander untuk menyirami gas di atas reog dan 2 ular naga gamelan. art
0 Comments